Senin, 04 Juni 2012

CARA MENDESAIN BANGUNAN RUMAH




Dalam rancangan arsitektur rumah atau bangunan hal yang yang paling penting di minta oleh jasa seorang arsitek yaitu gambar denah, gambar tampak dan gambar potongan.

Anda ternyata ingin arsitek Anda tidak hanya bekerja minimal, tetapi berlanjut ke tahap berikutnya. Apa yang Anda minta. Dari gambar arsitektur, Anda dapat memintanya untuk membuat gambar struktur dan menyusun Rencana Anggaran Biaya. Apakah itu?

Gambar struktur itu adalah versi lanjutan gambar arsitektur. Yaitu rangkaian gambar yang memperlihatkan rangkaian struktur bangunan mulai dari fondasi sampai balok dan kolom yang membentuk rangka bangunan. Singkatnya begini: gambar konstruksi bangunan rumah tinggal dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu gambar arsitektur dan gambar struktur.

Selain gambar arsitektur pokok, Anda sekarang dapat meminta Arsitek untuk membuat gambar detail arsitektur yang terdiri dari:
a. Gambar denah fondasi
b. Gambar denah sanitasi (air bersih, air kotor)
c. Gambar denah titik lampu
d. Gambar denah rangka atap

Nah gambar struktur itu terdiri dari apa saja? Gambar struktur terdiri dari
a. Gambar struktur penulangan kolom
b. Gambar struktur penulangan balok sloof dan ring
c. Gambar struktur penulangan pelat (Lantai 2 ke atas)
d. Gambar struktur penulangan balok induk dan anak
e. Gambar struktur penulangan fondasi

Selain gambar detail arsitektur, Anda juga masih dapat meminta beberapa gambar detail tambahan untuk pintu, jendela dan boven (ventilasi). Tentu bila Anda menginginkan sentuhan yang lebih khusus pada bagian itu. Untuk rumah standard, gambar detail di ketiga bagian tersebut tidak sangat diperlukan.

Untuk kebutuhan pembangunan rumah standard, gambar-gambar tersebut sudah cukup sebagai dasar penyusunan RAB. Apalagi kalau arsitek Anda sudah berpengalaman. Bila tipe bangunannya lebih besar, lebih shopisticated. Masih diperlukan gambar kerja.

Misalnya Anda ingin kamar mandi Anda di desain special baik bentuknya, maupun komposisi bahannya. Mulai dari marmer, kombinasi batu alam, dan lainnya. Di bagian tersebut mungkin diperlukan gambar kerja, karena tukang belum pernah membuatnya. Gambar kerja itu sebenarnya bagian dari kontraktor untuk membuatnya. Sebagai owner, Anda tidak sangat memerlukan gambar kerja, kecuali Anda mau mengerjakan sendiri. Demikian penjelasanya semoga bermanfaat untuk anda.

ALAT-ALAT KESELAMATAN PADA KERJA BANGUNAN

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN

KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI BANGUNAN MASJID DI
UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
A. PENDAHULUAN
Kegiatan proses produksi manusia memegang peranan yang sangatlah penting selain faktor mesin dan bahan baku. Sebagaimana diketahui bahwa keselamatan kerja merupakan suatu spesialisasi tersendiri, karena pelaksanaannya dilandasi oleh peraturan perundang-undangan. Perusahaan besar pada umumnya banyak mempekerjakan karyawan dari berbagai lapisan dasar pendidikan dan ketrampilan yang berbeda. Mengingat hal tersebut, pihak perusahaan benar–benar memberikan latihan dan pendidikan dalam peningkatan ketrampilan kerja agar supaya dalam menjalankan tugasnya benar–benar mengerti cara mengoperasikan serta menjalankan mesin, hal ini khususnya pekerja yang mempunyai resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi (Striaji, 2009). UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan menjelaskan tentang pentingnya perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Undang-undang tersebut didukung oleh UU no 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. UU no 1 tahun 1970 tersebut menjelaskan bahwa pentingnya keselamatan kerja baik itu di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, dan di udara di wilayah Republik Indonesia. Implementasi K3 diberlakukan di tempat kerja yang menggunakan peralatan berbahaya, bahan B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), pekerjaan konstruksi, perawatan bangunan, pertamanan dan berbagai sektor pekerjaan lainnya yang diidentifikasi memiliki sumber bahaya (Striaji, 2009). Menurut permenaker PER.05 / MEN / 1996 Bab I, salah satu upaya dalam mengimplementasikan K3 adalah SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja). SMK3 meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif penerapan, pencapaian, aman, produktif. SMK3 merupakan upaya integratif yang harus dilakukan tidak hanya dilakukan oleh pihak manajemen tetapi juga para pekerja yang terlibat langsung dengan pekerjaan. Perundang-undangan yang dihasilkan tentu saja harus selalu diawasi dalam proses implementasinya. Proses pengawasan tersebut diharapkan bisa menekan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya menghasilkan angka zero accident ( Anonim, 2009). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah kepentingan pengusaha, pekerja dan pemerintah di seluruh dunia. Menurut perkiraan ILO (International Labour Organisation), setiap tahun di seluruh dunia 2 juta orang meninggal karena masalah-masalah akibat kerja. Dari jumlah ini, 354.000 orang mengalami kecelakaan fatal. Disamping itu, setiap tahun ada 270 juta pekerja yang mengalami kecelakaan akibat kerja dan 160 juta yang terkena penyakit akibat kerja. Biaya yang harus dikeluarkan untuk bahaya-bahaya akibat kerja ini amat besar. ILO memperkirakan kerugian yang dialami sebagai akibat kecelakaan-kecelakaan dan penyakit-penyakit akibat kerja setiap tahun lebih dari US$1.25 triliun atau sama dengan 4% dari Produk Domestik Bruto (GDP). Di Indonesia selama Januari-Maret 2008 terdapat 24.894 kasus kecelakaan kerja sedangkan Januari-Maret 2009 terdapat 24.652 kasus kecelakaan kerja akibat konstruksi. Tingkat kecelakaan-kecelakaan fatal di negara-negara berkembang empat kali lebih tinggi dibanding negara-negara industri. Di negara-negara berkembang, kebanyakan kecelakaan dan penyakit akibat kerja terjadi di bidang-bidang pertanian, perikanan dan perkayuan, pertambangan dan konstruksi. Tingkat buta huruf yang tinggi dan pelatihan yang kurang memadai mengenai metode-metode keselamatan kerja mengakibatkan tingginya angka kematian yang terjadi karena kebakaran dan pemakaian zat-zat berbahaya yang mengakibatkan penderitaan dan penyakit yang tak terungkap termasuk kanker, penyakit jantung dan stroke. Masalah-masalah K3 merupakan bagian penting dalam agenda ILO. Konperensi Perburuhan Internasional pada tahun 2003 membicarakan standar-standar K3 sebagai bagian dari pendekatan yang terintegrasi dan mencapai persetujuan mengenai strategi K3 global yang menghimbau dilakukannya suatu aksi yang “jelas dan terpusat” untuk mengurangi angka kematian, luka-luka dan penyakit akibat kerja. Untuk itu perlu dilakukan usaha–usaha guna melindungi para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya. Kecelakaan kerja akan berdampak negative bagi perusahaan itu sendiri, dari masalah pembiayaan pengobatan karyawan, perbaikan mesin yang rusak, kompensasi cacat apabila karyawan mengalami cacat tubuh, bahkan terhentinya proses produksi. Untuk mengantisipasi hal–hal diatas keselamatan dan kesehatan kerja pekerja harus benar–benar diperhatikan oleh pihak perusahaan, apabila dilaksanakan dengan baik akan membantu hubungan antara tenaga kerja dengan kelancaran dan peningkatan hasil produksi perusahaan. Perlindungan pekerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaaan serta perlakuan bermaksud agar tenaga kerja secara aman melakukan pekerjaaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nasional

BANGUNA TERMEGAH DI DUNIA


Rata Tengah

Air Force Academy Chapel – Colorado, USA


Apeiron Hotel – Dubai, UAE



Art School – Singapore



Atomium – Brussels, Belgium


Baj Pomorski Theatre – Torun, Poland



Bank Office – Hannover, Germany

Bicentennial Conservatory – Adelaide, Australia



BMW – Munich, Germany


Burj Al Arab – Dubai, UAE

Bus Station – Casar, Spain



CCTV Headquarters – Beijing, China


Centre Pompidou-Metz Museum – Metz, France


City Tower – Cheongna,


Commercial Complex – New Orleans, USA


Conrad Hotel – Beijing, China


Cooper Union – New York, USA


Coop Himmelb(l)au High School – Los Angeles, USA

Crooked House – Sopot, Poland



Cybertecture Egg – Mumbai, India

Dancing Building – Prague, Czech Republic


Danish Pavilion – Shanghai, China


Design Museum – Holon, Israel


Promenade Hotel – Dubai, UAE


Technosphere – Dubai, UAE


Dubai Towers – Dubai, UAE



Dynamic Tower – Dubai, UAE

Eden Project – Cornwall, UK


Esplanade Theatres – Singapore


Frame Hotel – Dubai, UAE



Frederick R. Weisman Art Museum – Minneapolis, USA


Futuristic Building – China


Futuroscope – Poitiers, France


Galaxy Soho – Beijing, China


Guggenheim Museum – Bilbao, Spain


Hotel Marques De Riscal – Elciego, Spain

IAC Building – New York, USA



Jack Colker Union 96 Station – Beverly Hills, USA


Lilypad


Olympic Stadium – Montreal, Canada


Museum of Contemporary Art – Nice, France

CARA MEMILIH BAHAN BANGUNAN YANG BAGUS

Memilih Bahan Bangunan Yang Baik

Dalam Memilih Bahan Bangunan yang perlu diperhatikan, terutama yang baik untuk kesehatan penghuninya. Untuk itu diperlukan cara memilih material bahan bangunan yang baik bagi kesehatan. Ada beberapa solusi diantaranya :

1. Apabila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 – 12 bulan. Sebaiknya ventilasi dalam ruangan dipikirkan dan digunakan dengan baik agar gas dapat lebih dinetralisir oleh udara segar.

2. Pada saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan dasar air, yang lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organik yang mudah menguap lebih rendah. Berbagai Bahan Bangunan rumah tinggal yang baik digunakan sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang melibatkan bahan kimia berbahaya.

3. Pilih bahan bangunan yang sehat (tidak tercampur bahan kimia berbahaya)  seperti Batu alam, tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, logam, bata merah, genteng tanah, kaca, beton, batako, conblok, kertas.

PENGERTIAN BANGUNAN

A. Pengertian Bangunan
Yang dimaksud dengan bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan pembuatan maupun perbaikan bangunan. Dalam penyelenggaraan bangunan diusahakan ekonomis dan memenuhi persyaratan tentang bahan, konstruksi maupun pelaksanaannya.
Bangunan yang dimaksud di atas meliputi:
a. Bangunan merupakan hasil karya orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
b. Bangunan yang bersifat penambahan atau perubahan dan telah ada menjadi sesuatu yang lain/berbeda, tetapi juga dengan tujuan tertentu dan untuk kepentingan perorangan maupun untuk umum.
Adapun tujuan bangunan tersebut didirikan antara lain:
Bangunan rumah tinggal dibuat orang untuk kepentingan tempat tinggal dalam arti yang luas. Untuk masa sekarang tidak hanya sekedar tempat berlindung atau berteduh tetapi sebagai tempat pembinaan keluarga.
Kantor dibuat untuk pelayanan masyarakat, sedangkan jembatan dan bendungan dibuat orang untuk tujuan prasarana kemakmuran rakyat. Kesemua hal di atas disebut dengan bangunan karena tidak dapat dengan mudah dipindahkan mengingat berat kecuali bila dibongkar.
Lemari dibuat orang juga mempunyai tujuan anatara lain untuk menyimpan barang, bangku untuk tempat duduk, tetapi bendabenda ini mudah dipindahkan ke tempat lain, untuk itu benda-benda disini tidak dapat dikatakan bangunan.
Dalam pembuatannya bagunan tidak cukup hanya satu orang pekerja saja, tetapi kadang-kadang memerlukan ratusan sampai ribuan pekerja tergantung besar kecilnya bangunan yang dibuat.
B. Jenis Bangunan
Jenis bangunan dapat dibedakan menjadi:
a. Bangunan teknik sipil kering, antara lain meliputi: bangunan rumah, gedung-gedung. monumen, pabrik, gereja, masjid dan sebagainya.
b. Bangunan teknik sipil basah, antara lain meliputi: bendungan, bangunan irigasi, saluran air, dermaga pelabuhan, turap-turap, jembatan dan sebagainya.
Untuk sekarang jenis bangunan dibedakan menjadi 3 bagian besar yang dikelola oleh Direktorat Jenderal meliputi Bangunan Gedung, Bangunan Air dan Jalan Jembatan.
Jenis bahan yang digunakan dalam bangunan dapat berupa kayu, bata, beton atau baja. Bahkan dewasa ini bahan bangunan yang digunakan sudah berkembang antara lain dari bahan aluminium atau plastik.
C. Fungsi Pokok Pembuatan Bangunan
Fungsi pembuatan bangunan yang terpenting ialah agar setiap bangunan kuat, dan tidak mudah rusak, sehat untuk ditempati, di samping biayanya relatif murah. Untuk mendapatkan bangunan kuat dan murah tidak perlu konstruksinya terlalu berlebihan. Bila demikian tidak sesuai dengan tujuan dan merupakan pemborosan. Konstruksi bangunan harus diperhitungkan secara teliti berdasarkan syarat-syarat bangunan termasuk perhitungan yang menunjang misalnya mekanika teknik. Keawetan suatu
bangunan juga tergantung bahan bangunan yang digunakan, pelaksanaan dalam pembuatan dan juga perawatannya.
Di samping hal tersebut di atas faktor lain yang berpengaruh dan perlu mendapatkan perhatian adalah air tanah, gempa bumi, angina dan sebagainya.
D. Bagian-bagian Bangunan Gedung
Menurut susunannya pembagian bangunan gedung dibagi menjadi:
a. Bangunan bawah yaitu bagian-bagian yang terletak di bawah muka lantai yang ada dalam tanah.
b. Bagian atas yaitu bagian-bagian yang ada di atasnya seperti tembok, kolom, jendela, ring balok dan rangka atap.
Yang termasuk bangunan bawah ialah konstruksi yang dibuat untuk menahan berat bangunan di atasnya termasuk berat pondasi itu sendiri. Untuk itu bangunan harus kuat, tidak mudah bergerak kedudukannya dan stabil.
Sedang yang termasuk bangunan atas adalah bagian-bagian yang terletak di atas bangunan bawah, sehingga seluruh beratnya diteruskan kepada bangunan bawah sampai ke tanah dasar.